Sebagai umat Dao, tentu kita semua tahu siapa itu Shen – Xian. Namun sudahkah kita memandang dan memosisikan Beliau dengan tepat?
Menurut saya, kita sebagai umat yang xiu dao, sebagai langkah awal, haruslah mampu memandang dan memosisikan Beliau dengan tepat. Tanpa awal yang tepat, rasanya akan sulit untuk memperoleh kemajuan.
Marilah kita renungkan bersama:
- Pernahkah kita, ketika menghadapi masalah atau kesulitan, memohon kepada Shen – Xian, dan kemudian ternyata permohonan kita tidak terkabul?
Ketika hal tersebut terjadi, bagaimanakah kita menyikapinya?
Apakah kita menyalahkan Shen – Xian dan meragukan Nya; mempertanyakan ke-agung-an Nya, kasih Nya?
- Pernahkah kita, ketika menghadapi masalah atau kesulitan, bertanya kepada Shen – Xian, dan kemudian ternyata kita tidak mendapatkan jawaban, atau mungkin jawaban yang kita terima ternyata dikemudian hari berbeda dengan apa yang terjadi?
Ketika hal tersebut terjadi, bagaimanakah kita menyikapinya?
Apakah kita merasa dibohongi dan meragukan Nya?
Jika semua jawabannya adalah YA, maka marilah kita tanya pada diri kita sendiri………
Siapakah saya ini?
Siapakah Shen – Xian?
- Apakah Shen – Xian itu adalah pesuruh kita, yang harus selalu memenuhi permintaan dan permohonan kita?
- Apakah Shen – Xian itu memiliki hutang pada kita, sehingga kita patut memaksa Beliau untuk selalu memenuhi permohonan kita, dan memberi jawaban yang kita inginkan?
Harus diingat!
Shen – Xian bukanlah pesuruh kita, dan Beliau tidak berhutang pada kita. Jadi apakah Shen – Xian akan mengabulkan permohonan kita dan menjawab pertanyaan kita adalah hak Shen – Xian sepenuhnya. Kita tidak pada tempatnya untuk menuntut Shen – Xian untuk memenuhi permintaan ataupun menjawab pertanyaan kita.
- Apa yang akan terjadi jika seandainya saat itu saya menerima jawaban yang ternyata sesuai dengan kenyataan pahit?
Harus dicamkan!
Sebagai manusia adakalanya kita merasa sangat berputus asa. Dan disaat seperti itu hanya harapanlah yang bisa membuat kita bertahan. Jika saat itu ternyata jawaban yang kita terima ternyata pahit, walaupun itu adalah kenyataan, sanggupkah kita menerimanya? Shen – Xian tentu sudah dengan bijak mempertimbangkan faktor psikologis kita saat memberi suatu jawaban.
- Sudahkah kita berusaha semaksimal kita, sesuai dengan kodrat kita sebagai manusia?
Harus diakui!
Seringkali kita belum mulai melangkah, belum berbuat sesuatu, belum berjuang, namun kita sudah menginginkan hasil yang besar, suatu kesuksesan. Coba tanya kembali pada diri kita sendiri, patutkah kita mengharapkan Shen – Xian memberkahi kita dengan kesuksesan tanpa usaha keras? Mungkinkah ada keberhasilan tanpa suatu perjuangan?
Kita umat yang xiu dao tentu pernah mendengar kalimat: Yi Ban You Wo, Yi Ban You Tian. Maksudnya apa? Maksudnya adalah, kita sebagai manusia harus berjuang habis-habisan dulu sesuai dengan metode, cara, kemampuan dan tehnik yang ada. Jika semua itu sudah kita jalani, tidak perlu kita minta pun, Shen – Xian pasti akan memberkahi kita, dan kesuksesan pun sudah pasti menjadi milik kita. Adalah salah besar dan merupakan suatu ketakhayulan jika sejak awal kita sudah mengharapkan Shen – Xian memberi kesuksesan secara gaib.
- Sesungguhnya apa sebabnya, sehingga selama ini kita sembahyang, memohon dan bertanya pada Shen – Xian?
- Apakah saat saya bertanya dan memohon, saya melakukannya dengan setulus hati, dengan rendah hati? Ataukah saya hanya ingin menguji ke-agung-an Nya?
Harus dicamkan!
Shen – Xian tidak pernah minta kita untuk sembahyang kepada-Nya. Justru kita, manusia-lah yang mengerti bahwa Shen – Xian itu agung, mulia; dan, kita ingin mendekatkan diri kepada Beliau, menjadi seperti Beliau, meneladani Beliau.
Kita manusia hanya mengerti hari ini, dan tidak tahu hari esok; dan kita seringkali khawatir dengan masa depan kita. Itulah sebabnya kita sembahyang, memohon dan bertanya pada Shen – Xian.
Ketika kita sembahyang, memohon dan bertanya pada Shen –Xian pun harusnya kita melakukannya dengan tulus. Tidak perlu ada intrik, ataupun niatan untuk menyogok Shen – Xian dengan menggunakan hio setinggi tiang bendera, dengan lilin sebesar tiang bangunan, ataupun dengan membakar uang-uangan satu karung.
Semoga dengan perenungan tersebut kita dapat memosisikan Shen – Xian dengan tepat.