Hari Minggu, 26 Februari 2012, dào guàn Tài Píng Gōng – Jakarta menyelenggarakan upacara Po Un (bǎo yùn).

Tahun 2012 ini yang sudah mendaftar untuk ikut Po Un sebanyak 2151 orang dan  157 Perusahaan,Toko, Badan Usaha.

Upacara Po Un dalam agama Tao bertujuan untuk memohon perlindungan, nasib baik juga keselamatan sepanjang tahun kepada Yang Mulia Tiān Gōng, Maha Dewa Tài Shàng Lǎo Jūn, dan pada khususnya kepada Dewa Tai Sui yang bertugas pada tahun 2012 – yaitu Péng Tài Dà Jiàng Jūn.
Disamping memohon perlindungan dan nasib baik, ini juga merupakan suatu kesempatan nyata bagi kita untuk beramal nyata untuk perkembangan taokwan-taokwan dan agama Tao di Indonesia.

Sekilas cerita mengenai Péng Tài Dà Jiàng Jūn:

Jendral Péng Tài ini hidup pada Jaman Dinasti Ming, lahir di Shanxi Kabupaten Feng Xiang. Pada tahun 1394, Péng Tài lulus ujian Pejabat. Orangnya jujur dan sangat berprinsip. Meskipun Beliau menjadi pejabat tapi hidupnya sangat sederhana seperti rakyat biasa. Dalam bekerja, Péng Tài sering mengambil kata-kata mutiara orang kuno untuk memicu dirinya.

Sebelum Péng Tài menjadi pejabat, Beliau pernah bertunangan dengan seorang yang miskin. Kemudian setelah Péng Tài menjadi pejabat, orang tua Beliau hendak membatalkan pertunangan tersebut karena wanita tersebut dianggap sudah jelek dan masih miskin sekali, Péng Tài mengetahui hal tersebut dan tidak menyetujuinya, Beliau berkata: “Jadi orang tidak boleh tidak dipercayai, menikah harus dengan istri yang bijaksana dan sehat, bukan dengan yang cantik dan berpendidikan tinggi.” Akhirnya Péng Tài tetap menikah dengan wanita yang miskin tersebut. Setelah menikah hidup mereka sangat harmonis. Mereka juga banyak bekerja yang menguntungkan rakyat setempat.

Berikut adalah beberapa snap shot dari upacara Po Un 2012.

 

Sebagai umat Dao, tentu kita semua tahu siapa itu Shen – Xian. Namun sudahkah kita memandang dan memosisikan Beliau dengan tepat? 

Menurut saya, kita sebagai umat yang xiu dao, sebagai langkah awal, haruslah mampu memandang dan memosisikan Beliau dengan tepat. Tanpa awal yang tepat, rasanya akan sulit untuk memperoleh kemajuan. 

Marilah kita renungkan bersama:

  • Pernahkah kita, ketika menghadapi masalah atau kesulitan, memohon kepada Shen – Xian, dan kemudian ternyata permohonan kita tidak terkabul?

Ketika hal tersebut terjadi, bagaimanakah kita menyikapinya?

Apakah kita menyalahkan Shen – Xian dan meragukan Nya; mempertanyakan ke-agung-an Nya, kasih Nya?

  • Pernahkah kita, ketika menghadapi masalah atau kesulitan, bertanya kepada Shen – Xian, dan kemudian ternyata kita tidak mendapatkan jawaban, atau mungkin jawaban yang kita terima ternyata dikemudian hari berbeda dengan apa yang terjadi?

Ketika hal tersebut terjadi, bagaimanakah kita menyikapinya?

Apakah kita merasa dibohongi dan meragukan Nya?

Jika semua jawabannya adalah YA, maka marilah kita tanya pada diri kita sendiri………

Siapakah saya ini?

Siapakah Shen – Xian?

  • Apakah Shen – Xian itu adalah pesuruh kita, yang harus selalu memenuhi permintaan dan permohonan kita?
  • Apakah Shen – Xian itu memiliki hutang pada kita, sehingga kita patut memaksa Beliau untuk selalu memenuhi permohonan kita, dan memberi jawaban yang kita inginkan?

Harus diingat!

Shen – Xian bukanlah pesuruh kita, dan Beliau tidak berhutang pada kita. Jadi apakah Shen – Xian akan mengabulkan permohonan kita dan menjawab pertanyaan kita adalah hak Shen – Xian sepenuhnya. Kita tidak pada tempatnya untuk menuntut Shen – Xian untuk memenuhi permintaan ataupun menjawab pertanyaan kita.

  • Apa yang akan terjadi jika seandainya saat itu saya menerima jawaban yang ternyata sesuai dengan kenyataan pahit?

Harus dicamkan!

Sebagai manusia adakalanya kita merasa sangat berputus asa. Dan disaat seperti itu hanya harapanlah yang bisa membuat kita bertahan. Jika saat itu ternyata jawaban yang kita terima ternyata pahit, walaupun itu adalah kenyataan, sanggupkah kita menerimanya? Shen – Xian tentu sudah dengan bijak mempertimbangkan faktor psikologis kita saat memberi suatu jawaban.

  • Sudahkah kita berusaha semaksimal kita, sesuai dengan kodrat kita sebagai manusia?

Harus diakui!

Seringkali kita belum mulai melangkah,  belum berbuat sesuatu, belum berjuang, namun kita sudah menginginkan hasil yang besar, suatu kesuksesan. Coba tanya kembali pada diri kita sendiri, patutkah kita mengharapkan Shen – Xian memberkahi kita dengan kesuksesan tanpa usaha keras? Mungkinkah ada keberhasilan tanpa suatu perjuangan?

Kita umat yang xiu dao tentu pernah mendengar kalimat: Yi Ban You Wo, Yi Ban You Tian. Maksudnya apa? Maksudnya adalah, kita sebagai manusia harus berjuang habis-habisan dulu sesuai dengan metode, cara, kemampuan dan tehnik yang ada. Jika semua itu sudah kita jalani, tidak perlu kita minta pun, Shen – Xian pasti akan memberkahi kita, dan kesuksesan pun sudah pasti menjadi milik kita. Adalah salah besar dan merupakan suatu ketakhayulan jika sejak awal kita sudah mengharapkan Shen – Xian memberi kesuksesan secara gaib.

  • Sesungguhnya apa sebabnya, sehingga selama ini kita sembahyang, memohon dan bertanya pada Shen – Xian?
  • Apakah saat saya bertanya dan memohon, saya melakukannya dengan setulus hati, dengan rendah hati? Ataukah saya hanya ingin menguji ke-agung-an Nya?

Harus dicamkan!

Shen – Xian tidak pernah minta kita untuk sembahyang kepada-Nya. Justru kita, manusia-lah yang mengerti bahwa Shen – Xian itu agung, mulia; dan, kita ingin mendekatkan diri kepada Beliau, menjadi seperti Beliau, meneladani Beliau.

Kita manusia hanya mengerti hari ini, dan tidak tahu hari esok; dan kita seringkali khawatir dengan masa depan kita. Itulah sebabnya kita sembahyang, memohon dan bertanya pada Shen – Xian.

Ketika kita sembahyang, memohon dan bertanya pada Shen –Xian pun harusnya kita melakukannya dengan tulus. Tidak perlu ada intrik, ataupun niatan untuk menyogok Shen – Xian dengan menggunakan hio setinggi tiang bendera, dengan lilin sebesar tiang bangunan, ataupun dengan membakar uang-uangan satu karung.

Semoga dengan perenungan tersebut kita dapat memosisikan Shen – Xian dengan tepat.

Ada dua sudut pandang untuk menyikapi kalimat tersebut.

Sudut pandang saya, sebagai seorang dao you yang xiu dao

  • Seharusnya saya sadar, apa alasan saya untuk xiu dao, apa yang mau di xiu, dan niat untuk xiu harus timbul dari diri sendiri.
  • Seharusnya, saya tidak perlu diundang untuk hadir dalam kegiatan-kegiatan Dao.
  • Seharusnya, saya tidak perlu menanti ajakan untuk aktif membantu kegiatan-kegiatan Dao, baik dengan menjadi anggota panitia, maupun sebagai peserta.
  • Seharusnya, sayalah yang aktif mencari informasi mengenai kegiatan-kegiatan Dao, yang mana pada akhirnya pun akan mendukung kemajuan xiu dao saya.
  • Seharusnya, saya aktif mencari informasi, membuka wawasan, dan menggali pengetahuan dao.

Sudut pandang saya, (jika) sebagai Pembina ataupun sebagai Pengurus Dao Guan atau Muda – Mudi

  • Merupakan tugas saya untuk bersikap ramah dan berusaha menggandeng umat dan para dao you.
  • Merupakan tugas saya untuk menyambut, melayani umat dan para dao you.
  • Merupakan tugas saya untuk menginformasikan dan mengundang umat dan para dao you untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan Dao.

Kedua sudut pandang ini haruslah dipahami dan dihayati oleh individu (dao you) dan pengurus. Jika kedua belah pihak dapat memahami dan menjalankannya, niscaya perkembangan Dao akan semakin pesat.

 

∞∞∞∞∞§∞∞∞∞∞

Sebelum mengulas kalimat tersebut, ada tiga point yang perlu dicamkan terlebih dahulu.

  1. Memilih suatu agama adalah hak asasi setiap manusia
  2. Agamaku untukku, Agamamu untukmu  (dalami agama masing-masing, dan hormati agama orang lain)
  3. Ajaran setiap agama tidak bersifat rasial

Menurut pemahaman saya, ada beberapa hal yang ingin disampaikan dalam kalimat tersebut. Apa saja yang ingin disampaikan?

  1. Tak perduli seburuk apa; sebodoh apa; sejahat apa orang tua saya; apapun Agama yang dianutnya, Beliau tetaplah orang tua saya. Tanpa mereka, saya tidak akan pernah ada. Oleh karena itu, saya tidak akan sekali pun mengingkari mereka dengan mengakui orang lain sebagai orang tua saya.
  2. Walaupun orang tua (dan leluhur) saya telah meninggal, saya tetaplah harus menghormati Beliau. Saya tidak akan sekali pun menganggap Mereka sebagai setan/iblis.
  3. Sebagai suku Hua, sudah sewajarnya jika saya mendalami warisan suku Hua. Apa sajakah itu? Diantaranya ialah bahasa, bela diri, kebudayaan, kebijakan, maupun AGAMA (Dao).

Sesungguhnya leluhur saya mewarisi saya berlian-berlian. Walaupun selama ini berlian tersebut tertutup debu, namun berlian tetaplah berlian. Alangkah sayangnya jika saya sebagai generasi penerus tidak mau menggali peninggalan-peninggalan leluhur saya, dan memilih untuk menggali peninggalan leluhur orang lain? Jikalau memang berlian yang ditinggalkan oleh leluhur saya kurang gemerlap, seharusnya tugas sayalah untuk menggosoknya kembali, memotongnya lagi sehingga berlian tersebut menjadi lebih berkilau.

Betapa akan kecewanya saya, jika ternyata anak cucu saya menganggap berlian-berlian yang saya wariskan sebagai beling, dan lebih memilih untuk mengolah warisan orang lain.

Agama Dao, merupakan warisan nenek moyang saya. Ajarannya telah bertahan selama ribuan tahun, mengalami berbagai tantangan jaman, namun tak lekang oleh waktu. Selama ini, entah sudah berapa ratus tahun lamanya kilau Agama Dao tertutup oleh debu.

Selama ini Agama Dao dikenal sebagai ajaran yang kuno, klenik, mistis, dan penuh ketakhayulan. Sewajarnyalah jika saya berusaha mendalami ajaran Agama Dao dengan benar, membersihkan debu-debu tersebut, dan memperkenalkannya pada saudara-saudara saya yang lainnya.

Semoga suatu hari nanti saudara-saudara saya mau bersama-sama menggosok warisan leluhur kami dan menyingkirkan debu-debu tersebut.

Lantas, apabila ada “saudara jauh“ saya lainnya yang ingin bersama-sama menggosok warisan leluhur kami, apakah tidak boleh? Tentu saja boleh-boleh saja. Namun, apakah tidak lebih baik jika “saudara jauh“ saya tersebut menggosok warisan leluhurnya sendiri?

∞∞∞∞∞§∞∞∞∞∞

Sebagai orang Indonesia yang berbahasa Indonesia, tentu kita semua pernah mendengar kata Dewa. Bagi umat kelenteng, Tri Dharma, ataupun Buddha, mungkin pernah mendengar kata Deva. Dan bagi umat Dao tentu pernah mendengar kata Shen.

Sebagian umat berpendapat bahwa Deva ini memiliki arti yang sama dengan Shen, namun ada juga yang mengatakan bahwa keduanya itu berbeda. Sebenarnya bagaimana?

Shen

Kata Shen berasal dari bahasa Mandarin (Han Yu). Menurut ajaran agama Dao, Shen terbagi menjadi dua golongan. Yang pertama adalah sosok yang sudah ada sebelum manusia ada, seperti Tai Shang Lao Jun. Yang kedua adalah seorang manusia yang telah berhasil dalam xiu dao Nya, misalnya adalah Guan Gong. Menurut ajaran Dao, Shen merupakan sosok yang sudah sempurna, abadi, dan tidak terikat lagi oleh hukum reinkarnasi.

Deva

Kata Deva berasal dari bahasa Pali / Sansekerta. Merujuk pada sosok selain manusia, yang memiliki masa hidup jauh lebih panjang daripada manusia. Deva masih terikat dengan karma, oleh karena itu dalam ajaran agama Buddha, seorang Deva masih akan ber-reinkarnasi.

Karena adanya keterbatasan dalam kata-kata, maka dalam proses penerjemahan dari bahasa Pali/Sansekerta, dan dari bahasa Mandarin (Han Yu) ke dalam bahasa Indonesia, maka kedua kata tersebut diterjemahkan menjadi Dewa. Namun, jika kita melihat dari definisi yang diuraikan di atas, tentu kita dapat sepakat bahwa ternyata kedua sosok tersebut berbeda adanya. 

∞∞∞∞∞§∞∞∞∞∞

Saya coba untuk mengulasnya, menurut pandangan saya.

Apa sih WWW.SIUTAO.COM itu?

WWW.SIUTAO.COM adalah salah satu situs Dao – Tai Shang Men, Xiao Yao Bai.

Latar belakangnya?

Sekitar awal tahun 2000an, sekelompok dao you yang memiliki latar belakang dan minat di bidang IT (teknik informasi) memiliki ide untuk membangun suatu fasilitas untuk memperkenalkan ajaran Dao melalui dunia maya (internet). Situs ini telah mengalami berbagai hambatan di masa lalu, termasuk diserang oleh hacker sehingga sempat down sekitar tahun 2003. Namun berkat kegigihan, pengabdian, dan partisipasi para dao you, kita masih bisa menikmatinya saat ini. Sejak tahun 2008 yang lalu, kepengurusan situs ini bersama dengan beberapa situs lainnya diserah-terimakan untuk dikelola secara langsung oleh organisasi sosial PUTI (Paguyuban Umat Tao Indonesia).

Fasilitas yang ada dalam situs WWW.SIUTAO.COM?

Di sini kita bisa membaca-baca mengenai dasar-dasar/pengenalan mengenai ajaran Agama Dao. Kita bisa menemukan kitab-kitab agama Dao, mitos mengenai Shen – Xian. Jika setelah menelusuri semua halaman tersebut kita masih memiliki pertanyaan ataupun kebingungan, kitapun bisa mengunjungi FORUM DISKUSI. Di sini kita bisa bertanya apa saja seputar agama Dao. Bisa mengenai Dewa – Dewi, feng shui, ataupun diskusi umum mengenai agama Dao.

Siapa sajakah yang boleh menjadi peserta diskusi?

Siapapun boleh menjadi peserta diskusi. Baik dao you, maupun non dao you. Baik huang yi, maupun non huang yi. Apapun suku-nya, berapapun usia-nya.

Tanggapan dari pengunjung maupun peserta diskusi?

Tanggapan pengunjung maupun peserta diskusi, ada yang pro dan ada juga yang kontra. Berikut adalah beberapa pro & kontra:

Pro:

  • Isi diskusi dan pembahasan yang diberikan Ceng Li.
  • Isi diskusi dan pembahasan yang diberikan jauh dari kesan takhayul.
  • Isi diskusi dan pembahasan bisa diterima dengan akal sehat.
  • Isi diskusi dan pembahasan memberi banyak pengetahun tentang ajaran agama Dao.

 Kontra:

  • Isi diskusi penuh dengan kata-kata kotor, caci maki, menghina dan kasar.
  • Peserta diskusi paranoid, suka menuduh peserta lainnya bermaksud menarik umat, promosi agama lainnya.
  • Moderator dan pengelola situs tidak netral dan tidak fair (berkomplot dengan peserta diskusi tertentu)

Bagaimana pendapat saya pribadi? Apakah setuju dengan pro dan kontra di atas?

Pendapat saya sendiri ada setuju dan ada tidak setujunya. Pendapat ini saya terbentuk setelah saya mencoba untuk menyelami, kira-kira apa tujuan dan fungsi forum diskusi ini.

Setuju:

  • Isi diskusi dan pembahasan yang diberikan Ceng Li.
  • Isi diskusi dan pembahasan yang diberikan jauh dari kesan takhayul.
  • Isi diskusi dan pembahasan bisa diterima dengan akal sehat.
  • Isi diskusi dan pembahasan memberi banyak pengetahun tentang ajaran agama Dao.
  • Isi diskusi penuh dengan kata-kata kotor, caci maki, menghina dan kasar.

Ya, memang dalam beberapa topik hal tersebut dapat dijumpai.

Memang sangat disayangkan hal seperti ini dapat terjadi dan dilakukan oleh umat kita. Hal ini cukup menimbulkan antipati bagi beberapa kalangan.

Namun, saya mencoba melihat dari sudut pandang lain. Jika saya amati, umumnya hal tersebut terjadi hanya pada topic-topik tertentu saja. Dalam topic-topik di mana salah satu ataupun sekelompok peserta diskusi bersikap tidak patut (apa saja, akan diuraikan di bawah).

 

  • Peserta diskusi paranoid, suka menuduh peserta lainnya bermaksud menarik umat, promosi agama lainnya.

Ya, memang dalam beberapa topik hal tersebut dapat dijumpai.

Memang sangat disayangkan hal seperti ini dapat terjadi dan dilakukan oleh umat kita.

Namun, saya mencoba melihat dari sudut pandang lain. Jika saya amati, umumnya hal inipun terjadi hanya pada topic-topik tertentu saja. Dalam topic-topik di mana salah satu ataupun sekelompok peserta diskusi tidak menyampaikan sesuatu tidak pada tempatnya (apa saja, akan diuraikan di bawah). Mungkin juga peserta diskusi tersebut sudah terlalu jengkel sehingga lepas kendali.

 Tidak setuju:

  • Moderator dan pengelola situs tidak netral dan tidak fair (berkomplot dengan peserta diskusi tertentu)

Menurut saya, Moderator dan pengelola situs selalu netral dan fair, dengan berpatokan pada:

  • Tujuan dibangunnya situs ini adalah untuk:

Memperkenalkan ajaran Dao, khususnya aliran Tai Shang Men – Xiao Yao Bai, melalui dunia maya.

Fungsi forum diskusi dalam situs ini adalah:

  • Sebagai sumber informasi bagi para pengunjung mengenai ajaran Dao Tai Shang Men – Xiao Yao Bai. Ini adalah bottom line-nya.
  • Sebagai sarana para dao you untuk menyampaikan konsep-konsep/pemahaman yang dimilikinya.
  • Sebagai sarana untuk menggembleng para dao you dalam mempertahankan, membentuk, menempa konsep-konsep yang dimilikinya;
  • Sebagai sarana untuk menggembleng dan menempa mental para dao you.

 Bagaimana saya menempatkan diri dan bersikap dalam forum diskusi tersebut?

Menurut saya, ada beberapa hal yang tidak patut disampaikan, ataupun salah tempat dalam menyampaikan:

  • Menyebarkan ketakhayulan maupun membahas kegaiban yang akan mengakibatkan pembaca/orang lain dihinggapi ketakhayulan.

Jangan lupa dengan prinsip kita:

Xian Yang Zhen Dao, Bo Mi Kai Wu

Sebarkan ajaran Dao yang asli, Berantas ketakhayulan membuka kesadaran.

  • Membawa-bawa nama Shi Fu, Shi Xiong, Shi Jie, Hu Fa Shen untuk mendukung pernyataan kita. Terlebih jika pernyataan kita menyimpang dari kebenaran ataupun melenceng dari ajaran Dao Tai Shang Men – Xiao Yao Bai.
  • Promosi ataupun membahas ajaran, konsep, ritual atau apapun yang menyangkut agama lain, ataupun aliran lainnya.

Harap dimaklumi bahwa patokan dalam diskusi ini adalah ajaran Dao Tai Shang Men – Xiao Yao Bai. Agar para dao you tidak mendapat pemahaman yang “gado-gado“. 

Menurut saya, ada beberapa hal seharusnya perlu dikembangkan dalam forum diskusi:

  • Berani bertanggung jawab atas semua pernyataan, komentar kita.
  • Berani menerima teguran dari peserta lain.
  • Tidak bermain “tai qi,“ memutar-balikan pernyataan peserta lain, ataupun berdebat kusir.
  • Tidak melarikan diri ketika pernyataan kita dipertanyakan; diminta klarifikasi atau bukti acuan perkataan kita.
  • Jangan takut berpendapat ataupun menanggapi suatu topik. Karena dari sanalah kita akan tahu, sudah seberapa dalamkah saya memahami konsep yang dibahas dalam topik tersebut.
  • Bacalah isi diskusi, galilah “point“ –nya. Acuhkan caci maki dan kata-kata kasar yang menurut diri kita tidak pantas.
  • Ingatlah selalu “Saya tidak dapat menuntut orang lain untuk menulis seperti apa yang saya mau, tapi saya dapat membaca dan menerima apa yang menurut saya baik.”
  • Ingat pula bahwa “Sayalah yang xiu dao, dan saya tidak dapat xiu orang lain.”
  • dsb.

Harapan saya:

  • Semoga para peserta dan pengunjung bisa memetik “point“nya
  • Semoga para peserta yang telah memiliki konsep yang bagus dapat tetap bertahan di “rel”nya, tetap Zhen, terus aktif dalam forum diskusi.
  • Semoga semakin banyak yang berpartisipasi dalam forum diskusi.
  • Semoga para peserta dan pengunjung yang selama ini kecewa dapat memahami bottom line yang ada, dapat berubah pikiran dan kembali berpartisipasi dalam forum diskusi.
  • Semoga para peserta yang masih sering mendapat teguran dan “kartu merah” dapat segera merubah dan memperbaiki cara diskusinya.

Xie Shen En

∞∞∞∞∞§∞∞∞∞∞

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.